Sabtu, 05 November 2011

Penyebab Kesemutan pada Tangan dan Kaki

Kesemutan pada tangan, kaki atau keduanya merupakan gejala yang sangat umum dan mengganggu. Kesemutan seperti itu kadang-kadang ringan dan sementara. Sebagai contohnya, kesemutan mungkin akibat dari tekanan yang terus menerus pada syaraf-syaraf saat lengan anda tertekuk dibawah kepala anda saat anda tidur. Atau bisa jadi berasal dari tekanan yang terus menerus pada syaraf akibat anda menyilangkan kaki-kaki anda terlalu lama. Di kedua kasus ini, efek \"peniti dan jarum\" - yang biasanya tidak menimbulkan rasa sakit - akan segera berkurang dengan menghilangkan tekanan yang menyebabkan kesemutan ini.

Meskipun demikian, dalam banyak kasus, kesemutan pada tangan, kaki atau keduanya bisa jadi parah, episodik atau kronik. Kesemutan juga bisa disertai dengan gejala-gejala lain seperti nyeri, gatal, mati rasa dan otot menyusut. Dalam kasus-kasus seperti itu, kesemutan bisa jadi pertanda akan kerusakan syaraf, yang dapat disebabkan akibat berbagai cedera traumatik atau cedera stres yang berulang, infeksi bakteri atau virus, terekspos dengan racun dan penyakit-penyakit sistemik seperti diabetes.

Kerusakan syaraf seperti itu dikenal sebagai peripheral neuropathy karena mempengaruhi syaraf dari otak sampai sumsum tulang belakang, seringkali di tangan dan kaki. Ada lebih dari 100 jenis peripheral neuropathy yang berbeda. Selewat waktu, peripheral neuropathy bisa memburuk, menyebabkan penurunan mobilitas dan bahkan menjadi cacat. Lebih dari 20 juta orang Amerika, kebanyakan orang tua, diperkirakan menderita peripheral neuropathy.

Penting untuk mencari evaluasi medis dengan segera untuk setiap kesemutan yang terus menerus di tangan anda, kaki atau keduanya. Semakin cepat penyebab yang mendasari kesemutan anda diidentifikasi dan dikendalikan, semakin kecil kemungkinan anda menderita konsekuensi yang berpotensi permanen.

Penyebab kesemutan pada tangan dan kaki

Diabetes merupakan salah satu penyebab yang paling umum dari peripheral neuropathy, bertanggungjawab terhadap sekitar 30% kasus-kasus kesemutan. Dalam diabetic neuropathy, kesemutan dan gejala-gejala lain seringkali pertama kalinya muncul pada kedua kaki dan naik ke pergelangan kaki dan lutut, diikuti dengan kesemutan dan gejala lain yang mempengaruhi kedua tangan dan naik ke lengan tangan. Sekitar 2/3 orang-orang yang menderita diabetes memiliki bentuk kerusakan syaraf yang ringan sampai parah. Dalam banyak kasus, gejala-gejala ini merupakan pertanda pertama dari diabetes.

Di 30% kasus-kasus peripheral neuropathy yang lain lagi, penyebabnya tidak jelas atau \"idiopathic\". Sisanya 40% kasus memiliki berbagai penyebab seperti:

Nerve entrapment syndromes. Seperti carpal tunnel syndrome (kesemutan dan nyeri pada tangan terutama 3 jari pertama), kelumpuhan syaraf ulnar, kelumpuhan syaraf peroneal dan kelumpuhan syaraf radial.

Penyakit sistemik. Seperti gangguan ginjal, penyakit lever, kerusakan vaskular dan penyakit darah, amyloidosis, gangguan jaringan penghubung dan radang kronik, ketidakseimbangan hormonal (termasuk hypothyroidism), dan kanker dan tumor-tumor jinak yang mengganggu syaraf-syaraf.

Kekurangan vitamin. Vitamin E, B1, B6, B12 dan niacin penting untuk fungsi syaraf yang sehat. Kekurangan B12, misalnya, dapat menyebabkan anemia yang merugikan, merupakan penyebab penting akan peripheral neuropathy. Tetapi terlalu banyak B16 juga dapat menyebabkan kesemutan pada tangan dan kaki.

Alkohol. Para alkoholik lebih berkemungkinan memiliki thiamin atau kekurangan vitamin lainnya yang penting karena kebiasaan makan yang buruk, penyebab umum dari peripheral neuropathy. Juga ada kemungkinan bahwa alkohol itu sendiri dapat menyebabkan kerusakan syaraf, sebuah kondisi yang beberapa peneliti menyebutnya sebagai alkoholic neuropathy.

Racun-racun. Seperti logam berat seperti timah, arsenik, merkuri dan talium, dan beberapa zat kimia industri dan lingkungan. Juga termasuk obat-obatan tertentu - terutama obat-obat kemoterapi yang digunakan untuk kanker paru-paru - juga beberapa obat anti virus dan antibiotik.

Infeksi. Seperti penyakit lyme (salah satu penyakit menular pada manusia dan hewan dengan perantara kutu), penyakit ruam syaraf (varicella-zoster), cytomegalovirus (genus dari kelompok virus herpes), Epstein-Barr (virus herpes), herpes simpleks dan HIV/AIDS.

Penyakit otoimun. Antara lain sindrom Guillain-Barre (penyakit yang menyebabkan tubuh kehilangan kepekaan), lupus dan artritis reumatoid (penyakit otoimun yang menyerang persendian tulang).

Gangguan turunan. Seperti sekelompok gangguan yang dikenal sebagai penyakit Charcot-Marie-Tooth.

Cedera. Sering terkait dengan trauma, syaraf-syaraf dapat tertekan, hancur atau rusak, menyebabkan nyeri syaraf. Contoh-contohnya termasuk tekanan syaraf yang disebabkan oleh tulang hancur atau tulang yang bergeser.

Diagnosa kesemutan pada tangan dan kaki

Jika anda mencari pengobatan untuk kesemutan di kaki dan tangan, dokter anda akan melakukan pemeriksaan fisik dan membuat riwayat medis yang luas yang menujukan gejala-gejala anda, lingkungan kerja, kebiasaan sosial (termasuk penggunaan alkohol), terekspos racun, resiko HIV atau penyakit menular lainnya, dan riwayat keluarga akan penyakit syaraf.

Anda juga dapat menjalankan pemeriksaan tambahan seperti:

- Pemeriksaan darah. Ini bisa termasuk pemeriksaan untuk mendeteksi diabetes, kekurangan vitamin, kelainan fungsi liver atau ginjal, gangguan metabolik lainnya atau tanda-tanda tak normal dari kegiatan sistim kekebalan tubuh.

- Pemeriksaan cairan cerebrospinal. Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasi antibodi yang dikaitkan dengan peripheral neuropathy.

- Electromyogram (EMG), sebuah pengujian aktivitas elektrikal otot.

- Nerve conduction velocity (NCV).

Pemeriksaan yang lain bisa termasuk:
- Computed tomography (CT)
- Magnetic resonance imaging (MRI)
- Biopsi syaraf
- Biopsi kulit untuk melihat ujung serabut syaraf.

Pengobatan untuk kesemutan pada tangan dan kaki

Pengobatan yang berhasil tergantung pada ketepatan diagnosa dan pengobatan yang mendasari penyebab dari kesemutan. Selama sel-sel syaraf peripheral tidak mati, mereka memiliki kemampuan untuk beregenerasi.

Meskipun tidak tersedia pengobatan untuk jenis-jenis peripheral neuropathy yang diturunkan, banyak dari jenis-jenis yang diperoleh dapat ditingkatkan dengan pengobatan. Sebagi contohnya, pengontrolan gula darah yang baik pada diabetes dapat memperlambat perkembangan diabetic neuropathy; suplemen vitamin dapat memperbaiki peripheral neuropathy pada orang-orang yang kekurangan vitamin.

Rekomendasi gaya hidup umum seperti mempertahankan berat badan optimal, menghindari terekspos racun-racun, mengikuti program olahraga yang diawasi oleh dokter, mengkonsumsi makanan yang seimbang dan menghindari atau membatasi pengkonsumsian alkohol. Rekomendasi-rekomendasi ini juga termasuk berhenti merokok, yang mempersempit suplai darah ke pembuluh darah yang menyediakan nutrisi ke syaraf-syaraf peripheral.

Dalam beberapa kasus, kesemutan dan gejala-gejala peripheral neuropathy lainnya dapat dikurangi dengan obat-obat yang diresepkan yang pada awalnya dikembangkan untuk mengobati kejang dan depresi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar